Sabtu, 29 Oktober 2011

era manajemen ilmiah

Era Manajamen Ilmiah

A.    Pendahuluan
            Manajemen dewasa ini telah banyak dipelajari oleh banyak orang didunia, baik oleh kalangan timur maupun kalangan barat. Telah banyak pengertian-pengertian manajemen yang di tulis oleh banyak para ahli. Sebagai seorang mahasiswa jurusan manajemen kita dituntut untuk mengerti penegertian-pengertian manajemen dan sejarah pemikiran manajemen.
            Tulisan ini akan menjelaskan sejarah Manajemen khususnya di Era Manajemen Ilmiah, siapa saja tokoh yang berpengaruh di era ilmiah dan bagaimana pemikiran-pemikiran mereka.

B.     Pengertian manajemen
Manajemen adalah aktivitas kerja yang melibatkan koordinasi dan pengawasan terhadap pekerjaan orang lain, sehinga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara efisien dan efektif[2] atau proses yang berupa tindakan perencanaan, pengorganisasian, mengerakkan dan pengawasan serta pemanfaatan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan.

C.    Manajemen Ilmiah
            Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern.
D.    Tokoh-Tokoh perintis Manajemen Ilmiah
·         Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
·         Harrington Emerson (1853-1931)
·         Henry L. Gantt(1861-1919)
·         Frank dan Lillian Gilberth

a.Frederick Winslow Taylor
            lahir tahun 1856, bapaknya bernama franklin taylor, seorang pengacara di princenton. Ibunya bernama Emily Anette taylor. Taylor pernah belajar selama dua tahun di Prancis dan Jerman, lalu pada tahun 1872 beliau melanjutkan studinya di Akedemi Philips Exter di New Hampshire.[3]
            Setelah lulus taylor  diterima di Harvard law, tapi karena penglihatannya memburuk Taylor bekerja di Midvale dan Bethlehem steel company di Pennsylvania, A.S. sebagai seorang insinyur teknik mesin dengan latar belakang Quaker dan puritan, ia tak habis-habisnya menyaksikan betapa tidak efisiennya para pekerja. Para karyawan menggunakan teknik yang sangat berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya dalam mnegerjakan sebuah tugas yang sama. Mereka seringkali “bersantai dan menyepelekan” tugas yang mereka lakukan, dan taylor percaya bahwa output yang mereka hasilkan hanyalah sepertiga dari apa yang sebenarnya bisa diperoleh. Praktis tidak ada standard kerja yang dapat dijadikan acuan sama sekali. Para pekerja diberikan tugas tanpa memandang kesesuaiannya dengan kemampuan dan bakat mereka. Taylor kemudian bergerak untuk memperbaiki situasi ini dengan menerapkan metode ilmiah pada berbagai pekerjaan di level pabrik(shoop- floor). Ia menghabiskan waktu lebih dari satu dasawarsa dalam mencarin “satu cara terbaik” (“one best way”) untuk menjalankan tiap-tiap pekerjaan tersebut.[4]
             Pengalaman Taylor di Midvale mendorongnya untuk menyusun aturan-aturan kerja baku guna memperbaiki efisiensi produksi. Ia berkeyakinan bahwa empat prinsip manajemen yang digagasnya:
1.      Mengembangkan suatu “ilmu” untuk setiap pekerjaan, termasuk pedoman dalam bergerak, melakukan standardisasi pekerjaan serta menerapkannya, dan menciptakan kondisi kerja yang layak.
2.      Memilih karyawan secara cermat sehingga terdapat kesesuaian antara kemampuan dan pekerjaan.
3.      Melatih karyawan tersebut untuk melaksanakan pekerjaan dan memberikan insentif kepada mereka sehingga bersedia melakukan pekerjaan yang telah diilmiahkan tersebut
4.      Membantu para karyawan tersebut dengan cara merencanakan pekerjaan mereka serta mengusahakan supaya cara-cara yang telah ditentukan tersebut selalu diterapkan dalam pekerjaan.
Dapat membawa kesejahteraan, baik para pekerja maupun bagi para manajer. Bagaimana sebenarnya prinsip-prinsip manajemen ini dipraktikkan? Marilah kita tinjau sebuah contoh.
            Mungkin salah satu  yang paling dikenal antara berbagai terobosan manjemaen ilmiah Taylor adalah eksperimen biji besi (pig iron). Para pekerja harus memuatkan biji-biji (“pig”) besi (masing-masing seberat 92 pon atau sekitar 41 kg) ke dalam kereta tambang. Output kerja harian rata-rata adalah 12,5 ton. Namun, Taylor percaya bahwa dengan menganalisis secara ilmiah pekerjaan ini guna menemukan “satu cara terbaik” memuat biji besi kedalam kereta tambang, output itu dapat dapat ditingkatkan menjadi 47 atau 48 ton per hari. Setelah ia menerapkan beragam kombinasi prosedur, teknik kerja, dan peralatan, Taylor berhasil mencapai tingkat produktivitas yang diperkirakannya. Bagaimana bisa? Ia menempatkan orang yang tepat pada tiap-tiap pekerjaan dan membekalinnya dengan peralatan dan perlengkapan yang sesuai, memerintahkan kepada sang pekerja untuk secara persis mengikuti petunjuk dan arahan yang diberikan, dan memotivasi sang pekerja dengan memberikan insentif ekonomi berupa upah harian yang jauh lebih tinggi. Dengan memakai pendekatan yang serupa pada pekerjaan lainnya, Taylor berhasil mencapai peningkatan produktivitas secara konsisten pada kisaran 200 persen, atau bahkan lebih, daripada sebelumnya. Berkat studi terobosannya mengenai penerapan prinsip-prinsip ilmiah pada pekerjaan manual ini, Taylor selanjutnnya dikenal  sebagai “bapak” Manajemen Ilmiah. Gagasan –gagasannya menyebar luas dan mengilhami banyak studi lanjutan, dan menjadi landasan pengembangan metode-metode manajemen ilmiah.[5]

b.Harrington Emerson
Ia hidup pada tahun 1653-1931, pemborosan dan ketidak efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat emerson sebagai penyakit sistem industri,  oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yaitu:
1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas
2. Kegiatan yang dilakukan masuk akal
3. Adanya staf yang cakap
4. Disiplin
5. Balas jasa yang adil
6. Laporan-laporan yang terpercaya, segera, dan akurat.
7. Pemberian Perintah
8. Adanya standar-standar dan skedul-skedul metoda dan waktu setiap kegiatan
9. Kondisi yang distandardisasi
10. Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar
11. balas jasa efisiensi[6]

c.  Henry L. Gantt(1861-1919)
Gantt hidup pada tahun 1861-1919. Rendahnya motivasi yang dicapai mengakibatkan Gantt meninggalkan sistem tarif upah diferensial untuk diubah dengan suatu inovasi baru berupa motivasi kepada tenaga kerja. Motivasi pertama bahwa tyenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan sesuai waktu yang ditentukan ia akan menerima bonus. Motivasi kedua adalah mandor akan menerima bonus juga apabila seluruh tenaga kerja mampu menyelesaikan dan bisa mencapai standar yang telah ditentukan
Selain dua bentuk motivasi tersebut Gantt berusaha menyempurnakan gagasan Owen dalam mengumumkan hasil penilaian atas pekerjaan tenaga kerja, Gantt memperkenalkan gagasan barunya yaitu, adanya penggambaran jadwal produksi sehingga seluruh kegiatan produksi harus mengju pada jadwal produksi yang telah dibuat,teori ini sampai sekarang dikenal dengan ” Gantt Chart”
 gagasan-gagasan Gantt: (1) kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen, (2) seleksi ilmiah tenaga kerja, (3) sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas, dan (4) penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci. Namun kontribusinya yang terbesar adalah penggunaan metoda grafik yang dikenal sebagai ”Bagan Gantt” (Gantt Chart), untuk perencanaan, koordinasi, dan pengawasan produksi.[7]

d. Frank dan Lillian Gilberth
            Frank gilbert, seorang kontraktor konstruksi kawakan, memutuskan berhenti dari pekerjaannya guna mendalami manajemen ilmiah setelah mendengar pidato Taylor dalma sebuah pertemuan professional. Frank dan isterinya, Lillian yang seorang psikolog, menelaah berbagai cara kerja untuk menghilangkan inefisiensi pada pergerakan tangan dan tubuh manusia (hand-and-body motion). Pasangan gilbert juga bereksperimen dengan desain dan pemakaian alat dan perangkat yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja pelaksanaan pekerjaan.
            Frank mungkin dikenal lewat eksperimen penyusunan batu batanya. Dengan secara seksama menganalisis pekerjaan seorang tukang bangunan dalam membangun sebuah tembok batu bata, frank dapat mengurangi jumlah gerakan yang dibutuhkan untuk menumpuk batu bata; untuk batu-batu bata dibagian pinggiran, dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan; untuk batu-batu bata di bagian tengah, dari 18 gerakan menjadi 2 gerakan saja. Dengan menggunakan teknik-teknik gilbreth, seorang pekerja dapat bekerja lebih produktif dan berkurang tingkat kelelahannya di penghujung hari.
            Suami-Istri Gilbert termasuk diantara para peneliti pertama yang memanfaatkan gambar bergeraka (yaitu, film) untuk mempelajari pergerakan badan dan tangan manusia. Mereka menciptakan pergerakan yang disebut mikro-khronometer, yang dapat merekam pergerakan pekerja dan mencatat waktu yang dihabiskan untuk  setiap gerakannya. Berbagai gerakan sia-sia yang biasannya lolos dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dan dihilangkan. Pasangan Gilbreth juga membuat skema klasifikasi untuk menandai 17 gerakan tangan dasar (seperti, meremas, memegang, dan sebagainya.), yang mereka namakan therbligs. Skema klasifikasi ini memungkinkan pasangan Suami-Istri Gilbreth menganalisis secara lebih presisi pergerakan tangan seorang pekerja.

E.     Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah
a)      Sumbangan
·         Setiap orang mengerjakan tugasnya sendiri sesuai dengan kemampuan masing-masing sehingga lebih produktif.
·         Teknik-teknik efisiensi dari manajemen ilmiah menyadarkan kita bahwa gerakan fisik dan alat-alat yang terlibat dalam suatu pekerjaan dapat dibuat lebih masuk akal dan efisien.
·         Penekanan pada pemilihan dan pengembangan ilmiah para pekerja membuat kita melihat pentingnya kemampuan dan latihan-latihan untuk meningkatkan efektifitas kerja.
·         Memberikan rancangan kerja dan mendorong para manajer untuk menemukan satu cara terbaikuntuk melaksanakan pekerjaan.
B.) Keterbatasan
·         Seringkali peningkatan produktifitas mengakibatkan pemberhentian pekerja.
·         Mayoritas kemenangan ada di pihak buruh.
·         Taylor dan pengikutnya memandang buruh hanya mementingkan kebutuhan ekonomi dan fisik, tetapi mereka tidak memperhatikan kebutuhan sosial.
·         Pembela manajemen ilmiah juga tidak melihat keinginan akan kepuasan kerja.[8]

F.     Penutup
dari makalah diatas kita bisa mengetahui pengertian manajemen adalah aktivitas kerja yang melibatkan koordinasi dan pengawasan terhadap pekerjaan orang lain, sehinga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara efisien dan efektif atau proses yang berupa tindakan perencanaan, pengorganisasian, mengerakkan dan pengawasan serta pemanfaatan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan.
Manajemen ilmiah adalah penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.


Tokoh –tokoh perintis Manajemen Ilmiah adalah:
·         Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
·         Harrington Emerson (1853-1931)
·         Henry L. Gantt(1861-1919)
·         Frank dan Lillian Gilberth
Tentunya masih banyak kekurangan dalam bentuk dan isi tulisan ini, kami berharap adanya perbaikan dari pak dosen, sehingga tulisan kami akan jauh lebih baik ditugas berikutnya.

Referensi :
·         Jr, john R. Schermerhorn (1997). Manajemen, buku 1. Yogyakarta: penerbit  Andi.
·         Robbins, Stephen p., Mary Coulter (2010). Manajemen, Edisi kesepuluh. Jakarta: Erlangga.
·         evolusi-teori-manajemen. Diunduh tanggal 23 oktober 2011 dari  http://aviztotheles.wordpress.com/2009/11/16/evolusi-teori-manajemen
·         perkembangan Manajemen. (2008). Diakses tanggal 23 oktober 2011 dari http://www.anakciremai.com/2008/05/makalah-manajemen-tentang-perkembangan.html
·         aliran-aliran Manajemen. (2008). Diakses tanggal 23 oktober 2011 dari http://economic-student.blogspot.com/













           


[1] Mahasiswa Program Studi Manajemen,Jurusan Ekonomi, Universitas Islam Indonesia
[2] Stephen p.robbins dan mary coulter, manajemen edisi sepuluh jilid 1 (Jakarta:penerbit erlangga,2010), h.7.
[3]Biografi%20frederick%20winslow%20taylor%20%C2%AB%20.%20%20%20dunianya%20U5%20%20%20..htm
[4] Stephen p.robbins dan mary coulter, manajemen edisi sepuluh jilid 1 (Jakarta:penerbit erlangga,2010), h.34
[5] Stephen p.robbins dan mary coulter, manajemen edisi sepuluh jilid 1 (Jakarta:penerbit erlangga,2010), h.36-37
[6] http://economic-student.blogspot.com
[7] http://www.anakciremai.com/2008/05/makalah-manajemen-tentang-perkembangan.html
[8] http://aviztotheles.wordpress.com/2009/11/16/evolusi-teori-manajemen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar